Syering Karya JPIC Tingkat PACC

Pada pertemuan JPIC PACC yang dilaksanakan di rumah retret Tirta Ria, Pontianak (24-31/7/2016), diberikan juga waktu yang cukup bagi seti...

Pada pertemuan JPIC PACC yang dilaksanakan di rumah retret Tirta Ria, Pontianak (24-31/7/2016), diberikan juga waktu yang cukup bagi setiap jajaran (circumscription) melaporkan kegiatan JPIC yang sudah dilaksanakan. Dari laporan-laporan tersebut tampak bahwa persoalan-persoalan kemanusiaan, lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan yang dihadapi oleh JPIC di setiap jajaran cukup beragam. Karena itu, penanganannya juga cukup bervariasi.

Sebagai contoh, Br. Joel de Jesus dari Filipina menceritakan bahwa mereka telah membentuk sebuah kelompok bernama the Capuchin Medical Mission (Misi Pengobatan Kapusin) dan disingkat dengan CMM. Dituturkannya bahwa pada tahun 2007, dia melihat kenyataan bahwa banyak orang di pedalaman yang sekarat karena penyakit-penyakit umum, seperti demam, diare, dll. Mereka tidak menerima perawatan medis. Situasi itu menyentuh hatinya sebagai seorang kapusin yang berlatar belakang dokter.


Sejak itu ia mempunyai niat membentuk satu grup yang beranggotakan para saudara kapusin untuk memberikan pelayanan medis kepada orang-orang miskin terutama masyarakat adat. Dua tahun setelah itu barulah keinginannya itu bisa terwujud. Tepat pada 6 November 2009, CMM yang dibentuknya mulai beroperasi untuk pertama kalinya. Kelompok ini pun beranggotakan para saudara kapusin dan dibantu oleh tenaga relawan dari kaum awam. Lambat laun karya mereka ini berkembang. Hampir semua masyarakat yang berada di daerah pegunungan di wilayah pedalaman Negara Filipina telah mereka layani, bahkan sampai ke perbatasan Malaysia.

Dari ceritanya tampak bahwa karya kemanusiaan yang dia rintis itu merupakan karya persaudaraan, bukan karya pribadi. Karena itu para saudara terlibat di dalamnya. Ada saudara yang membantu mencari bantuan untuk pengadaan obat, ada yang memikul barang dan peralatan, dsb.

Hal yang menarik dari laporan setiap peserta pertemuan itu ialah kegiatan JPIC di tempat mereka dikoordinasikan dengan baik. Artinya ada struktur yang jelas dalam komisi JPIC itu sendiri. Bahkan beberapa di antara peserta (misalnya Medan dan Pontianak) mengungkapkan bahwa JPIC mereka telah berbadan hukum (dalam bentuk yayasan). Struktur organisasi yang tertata seperti itu sangat membantu mereka untuk bisa membuat analisa, refleksi, perencanaan dan aksi terhadap persoalan-persoalan JPIC yang terjadi di sekitar mereka.

Dalam diskusi kelompok Br. Stephanus Paiman OFMCap, misalnya, menerangkan bahwa Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) yang dibentuknya telah mempunyai struktur yang jelas dan telah berbadan hukum. Masalah migran, kekerasan dalam rumah tangga, penyerobotan tanah, dsb merupakan persoalan yang sering mereka hadapi. Namun dengan adanya struktur yang jelas, penanganan menjadi lebih mudah, terarah serta terbuka peluang untuk membangun jejaring dengan pihak lain seperti pemerintah, LSM, dan lembaga lainnya.

Related

Internasional 7606594280989066096

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Follow Us

Populer

Recent

Comments

item